Welcome in My Blog

Loading...

Senin, 21 Februari 2011

Karya Ilmiah Tentang Sampah


BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan banyaknya sampah disekitar kita, banyak orang yang tidak peduli dengan berserakannya sampah dimana-mana. Padahal sampah-sampah yang sering kita lihat itu masih bisa di daur ulang atau di manfaatkan. Sampah adalah Material atau barang yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Seperti bungkus plastik, kertas, gelas minuman, Sisa makanan, kertas barang-barang dari plastik, kain-kain bekas, tisu, botol-botol, bahkan mungkin sampai mainan-mainan atau peralatan rumah dan kendaraan yang tak terpakai lagi serta masih banyak lagi. Jika kita sedang jalan-jalan, coba lihat tempat sampah di wilayah pertokoan. Tempat sampah disana mungkin jadi menggunung dengan kardus-kardus bekas, kemasan styrofoam, kantong plastik, sisa-sisa makanan dari restoran, dan macam sampah yang lainnya. Sampah tersebut seharusnya tidak langsung di buang, kita kelompokkan masing-masing sampah tersebut. Lalu kita mencoba untuk mendaur ulang sampah itu. Seperti sampah plastik, kita lihat di televisi, bungkus makanan dapat dijadian berbagai macam souvenir seperti tas, dompet, dan payung plastik. Dalam kehidupan sehari hari, kita sering melihat sampah yang berserakan disekitar kita. Seperti yang kita lihat di berita, sampah yang tidak bisa di atasi di Jakarta dan daerah lainnya. Maka seharusnya sampah itu harus di pisah, karena sampah yang sering kita lihat itu masih bisa di daur ulang. Maka penulis merasa sampah yang tidak berguna itu bisa menjadi barang yang bernilai ekonomis.  Penulis memilih judul “PENGOLAHAN SAMPAH yang BERNILAI EKONOMIS” karena banyak orang yang beranggapan sampah itu tidak ada gunanya. Dengan menulis karya ilmiah ini, semua orang bisa mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. 

    
1.2 Rumusan Masalah

1        Mengapa sampah dianggap tidak berguna ?
2        Mengapa hanya sedikit orang yang bisa mengolah sampah menjadi barang yang berguna ?
3        Bagaimana cara supaya orang tidak menyia-nyiakan sampah ?
4        Bagaimana cara mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis ?

1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1    Tujuan Umum
1        Dapat menambah wawasan tentang cara mengolah sampah.
2        Dapat mengetahui tentang cara mengolah sampah.
1.3.2   
1.1 
1.2 
1.3.1 
1.3.2  Tujuan Khusus
1        Sebagai pengalaman dalam penyusunan karya tulis
2        Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
3        Untuk syarat mengikuti Ujian Nasional

1.5 Metode Penulisan
                  Dalam menulis karya ilmiah ini untuk memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan, penulis menggunakan metode penulisan sebagai berikut :

      1.5.1      
1.4.1    Metode Media Massa
            Metode media massa yaitu penulis mencari sumber di internet dan sumber lainnya yang berkaitan dengan karya ilmiah ini.
1.5.2    Metode Studi Pustaka
            Metode studi pustaka yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan karya ilmiah ini.









BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengolahan dan Pengelolaan

2.1.1    Pengolahan adalah Metode yang digunakan untuk mengubah barang yang            tidak    berguna menjadi barang yang bisa dimanfaatkan.
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendau rulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan Negara berkembang, berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal, diantaranya tipe zat sampah, tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.
2.1.2    Tujuan Pengelolaan Sampah
v  Mengubah sampah yang tidak berguna menjadi sampah yang baernilai ekonomis
v  Supaya lingkungan menjadi indah dan bebas dari sampah organik maupun an-organik
v  Mengubah sampah menjadi material yang tidak berbahaya bagi lingkungan hidup
            2.1.3    Metode Pembuangan dan Daur Ulang
·            Metode Pembuangan
Ø    Pembuangan Darat
Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan, diantaranya angin berbau sampah, menarik berkumpulnya Hama, dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah).
Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
Ø Pembakaran atau Pengkremasian
Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi biasa disebut "Perlakuan panas". kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu.
Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bisa dilakukan untuk sampah padat , cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara.
Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat. Sampah menjadi energi (waste-to-energy) Sampah menjadi energi atau energi dari sampah adalah terminologi untuk menjelaskan sampah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas uap listrik. Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna, ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik , contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.
2.1.4    Metode Daur Ulang
                        Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk     digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang,    pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil    kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik.


Ø Pengelolaan Kembali Secara Fisik
Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang, yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.
Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET, botol kaca, kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.
Ø Pengelolaan Biologis
Material sampah organik, seperti zat tanaman, sisa makanan atau kertas, bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan. Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.
Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga, seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.
Ø Pemulihan Energi
Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menjadi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan, dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat, gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.
2.1.5    Metode Pencegahan dan Pengurangan
            Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk, atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).
2.1.6    Manfaat Pengolahan Sampah
§  Penghematan sumber daya alam
§  Penghematan energi
§  Penghematan lahan TPA
§  Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)


BELUM SELESAI TUNGGU YA. . . . . . . !!!!!!!




           


           




                       
           

     
            



                                                                                                                                      

   

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Share |

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Dcreators